Masalah nyeri sendi pada tulang atau rematik. Kalangan awam sering salah persepsi. Menganggap reumatoid arthritis adalah penyakit khas orang lanjut usia. Padahal penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang umur.
Dari balita, remaja, dewasa hingga usia lanjut semuanya bisa terkena reumatoid arthritis. Tapi biasanya penyakit ini memang paling banyak diderita oleh golongan usia antara 25-50 tahun.
Reumatoid arthritis telah dikenal sejak tiga abad silam dan terus mengalami perkembangan dan semakin membahayakan. Reaksi penyakit ini berupa radang dan rasa sakit disekitar tulang sendi yang mengakibatkan Anda tersiksa siang maupun malam.
Salah satu keadaan yang mirip reumatoid arthritis adalah osteoaethritis. Akibat sedikit cairan sinovial, gesekan pada sendi menjadi terbatas dan merusak tulang rawan, ligamen, dan tendon.

Gerakan sendi karena tidak adanya pelumas ini mengakibatkan rasa ngilu. Jika dibiarkan akan terjadi pengikisan tulang di bagian persendian yang disebut osteoarthritis.
Osteoarthiris umumnya menimpa para lansia, karena cairan sinovial pada persendian sudah menipis, serta adanya penumpukan zat-zat toksik dalam jaringan sendi.
Hal lain yang mepermudah munculnya osteoarthritis adalah faktor keturunan, kegemukan, penyakit kencing manis (diabetes), kekurangan gizi, kurang minum, serta akibat alergi. Selain itu, aktivitas pada bagian tubuh tertentu secara terus menerus, seperti tangan, jari-jari, lengan juga menyumbang munculnya arthritis.
Dari sisi pengobatan secara naturopati, pengidap arthritis tidak dianjurkan menyantap makanan yang berserat dan berkadar kimiawi tinggi karena akan menambah beban tubuh. Jadi, sebaiknya konsumsi buah dan makanan berserat rendah, biji-bijian dan ikan.
Hindari lemak jenuh mulai dari daging, minyak, santan dan goreng-gorengan yang dapat meningkatkan keasaman tubuh sehingga dapat memprovokasi timbulnya peradangan baru. Demikian juga alkohol, kopi dan teh (kecuali teh hijau) harus dihindari.
Olah raga teraratur dalam batas-batas tertentu adalah penting. Olah raga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap rasa sakit dan menghilangkan rasa lelah. Juga bisa menurunkan dan mempertahankan berat badan termasuk otot di sekitar persendian.
Nah, makin kuat otot-otot di sekitar persendian, makin kokoh penahan sendi, sehingga membantu mengurangi tekanan pada tulang rawan dan persendian. Dengan demikian gejala nyeri sendi sedikitnya juga akan bisa diantisipasi..
Cara berolahraga yang baik bagi pengidap artritis adalah dengan berenang serta latihan fisik lainnya yang tidak memberikan beban pada sendi. Karena daya apung di air mengurangi beban pada sendi-sendi. Olahraga lainya yang tidak banyak membebani diantaranya bersepeda statis.
Olahraga sebaiknya dilakukan secara selang-seling untuk mencegah terjadinya luka akibat kegiatan yang sama dan terus-menerus.
Untuk meredakan nyeri bisa juga dengan mengunakan obat-obatan oral maupun topikal (lokal). Obat-obatan topikal lebih memiliki efek samping dari pada obat oral.
Diclofenac termasuk strategi pengobatan untuk meringankan rasa nyeri (sering kali merupakan gejala awal yang muncul dan menjadi keluhan utama pasien). Diclofenac adalah salah satu alternatif topical analgesik yang aman dan sekaligus bekerja sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan peredam radang (antireumatik).
Moga Anda terhindar dari masalah serius nyeri sendi. Sekian tips dari Dinda. Bye.
Dari balita, remaja, dewasa hingga usia lanjut semuanya bisa terkena reumatoid arthritis. Tapi biasanya penyakit ini memang paling banyak diderita oleh golongan usia antara 25-50 tahun.
Reumatoid arthritis telah dikenal sejak tiga abad silam dan terus mengalami perkembangan dan semakin membahayakan. Reaksi penyakit ini berupa radang dan rasa sakit disekitar tulang sendi yang mengakibatkan Anda tersiksa siang maupun malam.
Salah satu keadaan yang mirip reumatoid arthritis adalah osteoaethritis. Akibat sedikit cairan sinovial, gesekan pada sendi menjadi terbatas dan merusak tulang rawan, ligamen, dan tendon.

Gerakan sendi karena tidak adanya pelumas ini mengakibatkan rasa ngilu. Jika dibiarkan akan terjadi pengikisan tulang di bagian persendian yang disebut osteoarthritis.
Osteoarthiris umumnya menimpa para lansia, karena cairan sinovial pada persendian sudah menipis, serta adanya penumpukan zat-zat toksik dalam jaringan sendi.
Hal lain yang mepermudah munculnya osteoarthritis adalah faktor keturunan, kegemukan, penyakit kencing manis (diabetes), kekurangan gizi, kurang minum, serta akibat alergi. Selain itu, aktivitas pada bagian tubuh tertentu secara terus menerus, seperti tangan, jari-jari, lengan juga menyumbang munculnya arthritis.
Pentingnya Pengaturan Makanan dan Olahraga
Dari sisi pengobatan secara naturopati, pengidap arthritis tidak dianjurkan menyantap makanan yang berserat dan berkadar kimiawi tinggi karena akan menambah beban tubuh. Jadi, sebaiknya konsumsi buah dan makanan berserat rendah, biji-bijian dan ikan.
Hindari lemak jenuh mulai dari daging, minyak, santan dan goreng-gorengan yang dapat meningkatkan keasaman tubuh sehingga dapat memprovokasi timbulnya peradangan baru. Demikian juga alkohol, kopi dan teh (kecuali teh hijau) harus dihindari.
Olah raga teraratur dalam batas-batas tertentu adalah penting. Olah raga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap rasa sakit dan menghilangkan rasa lelah. Juga bisa menurunkan dan mempertahankan berat badan termasuk otot di sekitar persendian.
Nah, makin kuat otot-otot di sekitar persendian, makin kokoh penahan sendi, sehingga membantu mengurangi tekanan pada tulang rawan dan persendian. Dengan demikian gejala nyeri sendi sedikitnya juga akan bisa diantisipasi..
Cara berolahraga yang baik bagi pengidap artritis adalah dengan berenang serta latihan fisik lainnya yang tidak memberikan beban pada sendi. Karena daya apung di air mengurangi beban pada sendi-sendi. Olahraga lainya yang tidak banyak membebani diantaranya bersepeda statis.
Olahraga sebaiknya dilakukan secara selang-seling untuk mencegah terjadinya luka akibat kegiatan yang sama dan terus-menerus.
Untuk meredakan nyeri bisa juga dengan mengunakan obat-obatan oral maupun topikal (lokal). Obat-obatan topikal lebih memiliki efek samping dari pada obat oral.
Diclofenac termasuk strategi pengobatan untuk meringankan rasa nyeri (sering kali merupakan gejala awal yang muncul dan menjadi keluhan utama pasien). Diclofenac adalah salah satu alternatif topical analgesik yang aman dan sekaligus bekerja sebagai penghilang rasa sakit (analgesik) dan peredam radang (antireumatik).
Moga Anda terhindar dari masalah serius nyeri sendi. Sekian tips dari Dinda. Bye.